Kue Lontar Papua cocok sebagai teman santai anda dan keluarga, rasanya enak dan mantab. Kini hadir dalam empat varian (original, kismis, keju dan greentea). Pesan dan hubungi 081288042600

Translation

Rabu, 20 Mei 2015

Sejarah Kue Lontar Papua

Kue lontar papua sebenarnya jenis yang sama dengan eggtart atau di indonesia dibilang pie susu. Tidak hanya di Asia saja akan tetapi banyak ditemukan di Eropa.  Masuknya kue jenis ini sebenarnya dikenalkan oleh orang-orang Belanda yang datang ke Indonesia.  Kenapa di papua dinamakan lontar?


Ada berbagai versi tentang ihwal atau asal mula kenapa disebut Lontar?

Kue Lontar merupakan kue khas Papua. Lontar itu sendiri adalah sebutan wadah/piring kue tersebut yang berbahan keramik dengan ciri khas gambar ikan.  Jadi kalo ke pasar di wilayah papua tidak sulit menemukannya, cukup bilang cari piring lontar maka para penjual pecah belah akan memberikan sebuah piring keramik yang bergambar ikan berwarna biru ditengah-tengahnya.  Piring ini memang biasa digunakan orang-orang yang tinggal di Papua untuk membuat kue lontar saat hari raya seperti lebaran atau natal.  Kue ini hampir ada disetiap rumah saat momen hari raya.

Nah, versi lain menyebutkan sejarah kue ini awalnya dari jaman belanda, orang Belanda menyebutnya RONTART(atau kue bundar) dibakar di piring khusus keramik zaman itu. Bukan seperti piring keramik yg sekarang.  Karena masalah pelafalan dan pengucapan akhirnya kue ini menjadi "LONTAR" di lidah orang papua

Kue ini pun diwariskan turun temurun di Papua sejak jaman Belanda dan selalu ada di tiap Hari Besar khususnya hari lebaran (kue ini awalnya dr kota fak-fak, papua, yg mayoritas penduduknya muslim) dan berkembang ke seluruh papua pada akhirnya, hingga keluar papua, dan dimodifikasi dgn nama yg lain.

Aslinya kue lontar papua dibuat dalam ukuran besar seperti gambar di atas.  Untuk kemudahan saat pengiriman dan memudahkan saat dimakan, kami memodifikasi menjadi ukuran mini seperti  di bawah ini :




 


2 komentar: